Logo

Pertambangan Kelumbayan

Foto

Video

Alamat

Deskripsi Singkat

Pertambangan dan Penggalian mengalami pertumbuhan paling besar hingga mencapai tingkat pertumbuhan sebesar 26,13 persen. Adapun potensi pertambangan dan penggalian di Kabupaten Tanggamus adalah sebagai berikut :


1. Bijih Besi (Iron One)

Bijih besi berupa mineral Hematit dan Magnetit terjadi dari hasil sublimasi dalam hubungannya dengan kegiatan gunung api, terjadi dalam endapan metamorfosa kontak dan sebagai mineral pengiring dalam granit. Bijih besi dapat ditemukan di Pekon Padang Ratu dan Pekon Tegineneng Kec. Limau, Pekon Suka Agung Kec. Bulok serta Pekon Paku Kec. Kelumbayan. Bijih besi di Kabupaten Tanggamus pada umumnya berupa mineral Magnetit yang memiliki kadar Fe antara 55 - 65%.


Beberapa perusahaan yang mengelola seperti : PT. Cahaya Batu Limau, PT. Berkah Semesta Alam, PT. Hasil Alam Tanggamus, PT. Sinar Fajar Persada, PT. Batu Besi Kencana, PT. Raja'a Naufal Mandiri, dan PT. Nilam Jaya Buana. Kegunaannya adalah sebagai bahan utama untuk pembuatan besi dan baja.


2. Emas (Gold)

Keterdapatannya didalam urat-urat Hidrotermal yang pada umumnya berasosiasi dengan mineral sulfida di dalam endapan-endapan letakkan (placer), pasir sungai (river sand) dan endapan fosil (conglomerate matrix). Bahan galian emas di Kabupaten Tanggamus memiliki sebaran yang cukup luas dengan jumlah cadangan yang cukup besar dan terdapat di Pekon Doh Kec. Cukuh Balak, Pekon Sidoharjo Kec. Kelumbayan Barat, Pekon Umbar Kec. Kelumbayan, Way Linggo dan Way Semong Kec. Bandar Negeri Semuong.


Beberapa perusahaan yang terlebih dahulu mengelola antara lain : Koperasi Tambang Rakyat (KTR), PT. Napal Umbar Picung, PT. Natarang Mining. Kegunaan untuk perhiasan, elektronik instrumen kedokteran gigi dan merupakan logam komersial yang utama (Standar Moneter).


3. Galena

Pada umumnya terdapat da;am urat-urat hidrotermal yang berasosiasi dengan mineral sulfida, spalerit, kalkopirit, pirit, dan kuarsa. Galena di wilayah Kabupaten Tanggamus banyak dijumpai di Pekon Sidoharjo Kec. Kelumbayan Barat serta Pekon Umbar dan Pekon Paku Kecamatan Kelumbayan.


Beberapa perusahaan yang mengelola diantaranya: PT. Napal Umbar Picung, PT. Setia Tunggal Abadi, PT. Lachera, PT. ArEka, PT. Tanggamus Karya Alam. Galena banyak digunakan pada industri otomotif dan pembuatan Accu.


4. Pasir Besi (Iron Sand)

Pasir Besi merupakan mineral endapan letakan (placer) di pantai sebagai imenit, titanomagnetit, dan hematit. Pasir besi di wilayah Kabupaten Tanggamus keterdapatannya dapat dijumpai tersebar disepanjang pesisir pantai seperti di Pekon Tegineneng dan Pekon Badak Kec. Limau, Pesisir Pantai Pekon Doh Kec. Cukuh Balak, Pesisir pantai Pekon Napal dan Pekon Negeri Kelumbayan Kec. Kelumbayan. Serta memiliki ketebalan deposit berkisar antara 0,5 - 2,5 m. Perusahaan yang mengelola yaitu : PT. Murni Tri Mustika Gasirtub.


5. Batubara (Coal)

Batubara merupakan endapan sediment yang pada umumnya terbentuk pada lapisan yang berulang (multi seam), biasanya berada pada perselingan antara batu pasir dan tanah liat. Secara geologi umur batubara di Indonesia tergolong mdua (Eocene dan Miocene). Batubara dapat digolongkan menjadi jenis Antrasit, Bituminus, Sub Bituminus, dan Lignit. Sebagian besar batubara di Indonesia masuk dalam golongan Bituminus dan Sub Bituminus.


Batubara di Kabupaten Tanggamus pada umumnya memiliki kalori berkisar antara 5.500 - 6.300 dan dapat dijumpai di Pekon Tangkit Serdang dan Pekon Gading Pertiwi Kec. Pugung, Teluk Berak Pekon Way Nipah Kec. Pematang Sawa, Pekon Way Harong Kec. Air Naningan, Pekon Sidoharjo Kec. Kelumbayan Barat, Pekon Penyandingan Kec. Kelumbayan. Beberapa perusahaan yang mengelola seperti : PT. Trisakti Muliatama, PT. Tanggamus Karya Alam, dan PT. Bara Jaya Perkasa. Batubara pada umumnya digunakan sebagai sumber energi pada beberapa industri besar dan kecil serta sebagai sumber energi pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).


6. Andesit

Andesit adalah suatu jenis batuan beku vulkanikekstrusif, komposisi menengah, dengan tekstur afanitik hingga porfiritik. Dalam pengertian umum, Andesit adalah jenis peralihan antara basal dan dasit, dengan rentang silikon dioksida (SiO2) adalah 57-63% seperti digambarkan di diagram TAS. Susunan mineral biasanya didominasi oleh plagioklas ditambah piroksen dan / atau hornblende. Magnetit, zirkon, apatit, ilmenit, biotit, dan garnet adalah mineral aksesori umum.[1] Alkali feldspar dapat hadir dalam jumlah kecil. Kelimpahan feldspar-kuarsa di batuan vulkanik andesit dan lainnya diilustrasikan dalam diagram QAPF. Batuan andesit umumnya ditemukan pada lingkungan subduksi tektonik di wilayah perbatasan lautan seperti di pantai barat Amerika Selatan atau daerah-daerah dengan aktivitas vulkanik yang tinggi seperti Indonesia. Nama andesit berasal dari nama Pegunungan Andes. Beberapa perusahaan yang mengelola yaitu PT. Snar Mentari Tata Persada, PT. Umbar Andesit Mandiri, PT Mustika Duta Kencana, PT Pandu Mulia, PT Surya Cipta Dipa, PT Yudistira Tanjung Barat.